Posted by: maclindows | December 19, 2008

Basmi Virus Tanpa Antivirus

Sudah menjadi hal yang umum bila pengguna komputer saat ini sudah tidak asing lagi dengan ‘kode-kode jahat’ atau lebih dikenal dengan sebutan virus komputer.   Dan bagi pengguna sistem operasi Windows. virus komputer lebih banyak ditemukan dibandingkan dengan sistem operasi lainnya (ex; Linux, Mac OS, FreeBSD, solaris, etc).  Namun tentunya kita tidak perlu khawatir, karena meskipun windows rentan (selalu) terhadap infeksi virus, masih banyak program-program antivirus yang bisa kembali ‘menyembuhkan’ windows kita menjadi seperti semula.

Software anitivirus memang banyak sekali, dari mulai yang gratisan sampai yang berbayar.  Buatan lokal indon, maupun luar nagrek (luar negeri :-P.. garink..).  Problemnya adalah sesakti-saktinya antivirus, eh ternyata virus terkadang masih ada yang bandel, udah gitu tiap hari jumlah virus makin bertambah variannya. Bahkan virus-virus saat ini mampu mengenali antivirus yang paling update sekalipun, sehingga boro-boro mau scanning pake antivirus, masuk windowsnya aja susah, safe-mode ngga jalan, command prompt di disabled, flashdisk ngga ke detect, cd rom ?? kan ngga bisa login windows.  Kalau sudah begini maka jalan terakhir adalah install ulang….sebuah mimpi buruk manakala menggunakan windows original.

Tapi tenang saudara-saudara, diatas langit masih ada langit, karena diatas judulnya basmi virus tanpa antivirus, maka solusi alternatifnya adalah…lempar beli baru(LEM BIRU) ….(tuh …garink lagi …;-9 ).

back to the topic… alternatif untuk basmi virus adalah kembali ke Linux.  tenang, saya tidak akan meminta anda untuk menginstal linux.  Cukup gunakan Live CD Linux (bisa Ubuntu, OpenSuSE, Knoppix, PCLinuxOS, dll) yang bisa anda dapatkan di sini.

OK!! agar pembahasan tidak melebar, biasanya file yang paling penting untuk kita selamatkan (dan paling sering) dari kerusakan karena virus adalah file-file berbentuk dokumen office (.doc, .xls).  Untuk contoh saya menggunakan live CD OpenSuSE (sebenarnya ada yang lebih mudah yaitu menggunakan LiveCD Ubuntu karena tampilannya mirip windows, tapi pada prinsipnya sama saja).  Mari kita mulai …

  1. berdoa menurut agama masing-masing
  2. masukkan LiveCD OpenSuSE/Ubuntu, setelah sebelumnya setting di Bios opsi booting melalui CDROM menjadi urutan pertama.
  3. tunggu beberapa saat hingga proses booting OpenSuSE/Ubuntu selesai, anda akan diminta untuk memasukkan data-data seperti username, password, dsb, isikan sesuai petunjuk di layar monitor anda.
  4. setelah muncul tampilan desktop yang indah dari distro linux tersebut (really it’s very beautiful for me), buka My Computer atau Home di desktop OpenSuSE/Ubuntu dan arahkan ke direktori dimana master virus berada biasanya di partisi C windows.
  5. anda akan melihat master virusnya (pasti namanya mencurigakan dan biasanya berakhiran exe) rename file virus tersebut terserah anda.
  6. apabila ada data dokumen anda yang terkena virus tidak bisa dibuka (atau jadi karakter seperti %^&%$*&*^%$#)(**^”:”-=\|]{) masih bisa dibuka dengan editor vi
  7. caranya buka terminal console (ctrl-alt-F1) ketikkan vi [nama file]

selesai sudah.  Master virus nya sudah di rename.  virus yang menduplikasikan beberapa file dokumen kita juga bisa terlihat di Linux.  tinggal hapus file duplikat virusnya ([nama-file dokumen.exe), lalu ganti attribut file dokumen asli [e.g nama file.doc] di terminal console dengan mengetikkan perintah ls -|a rwxr-x–x.  sekian dulu kepanjangan, semoga bermanfaat.

apabila anda ingin mempelajari lebih dalam mengenai virus, silahkan kunjungi alamat ini dan ini.


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: